Rabu, 31 Juli 2019

Soal hots

Analisis soal hots matematika.
Bisa kalian lihat tulisan saya di jurnal . Semoga bermanfaat.

http://jurnal.lpksaricitrasurya.com/index.php/bmi/issue/view/7

Kamis, 25 Juli 2019


                                                Pengalaman  yang Sangat Berharga
           
            Pertama saya tertarik pada postingan flyer seorang teman (alumni VCT Bacth 2 dari wilayah Jawa Barat) di sebuah media sosial. Rasanya antara kagum dan penasaran, saya melihat berbagai ilmu kecakapan abad 21 dipresentasikan disana. Timbul keinginan untuk mempelajari lebih banyak lagi tentang presentasi dengan webex dan menggali ilmu yang sangat bermanfat. Akhirnya saya mencoba mendaftar. Kebetulan ia memposting juga flyer pendaftaran untuk mengikuti VCT Bacth 3.
             Hari demi hari berlalu akhirnya saya tergabung dalam grup wa VC 35 Bacth 3 Jakarta1. Saat itu untuk wilayah Jakarta terbagi dalam tiga grup yaitu VC 35, 36 dan 64.
            Mulailah kami dalam grup tersebut diperkenalkan nama direktur SEAMEO sekretariat Dr. Gatot Hari Priowirjanto dan para instruktur. Para instruktur mulai berbagi cara membuka webex metting. Saya mencoba membuka google www.webex.com. Saya ikuti arahan instruktur dan berhasil masuk room sebagai uji coba. Senang sekali rasanya.
            Para instruktur mulai berbagi ilmu tentang cara membuat absensi dengan google form dan zoho melalui tuturial youtube yang disahre melalui grup whatsApp. Tidak langsung bisa, arahan instruktur sangat membantu sampai saya bisa membuat absensi. Bahagia rasanya mendapat ilmu baru, meski kita berada dimana pun, di rumah, di tempat kerja atau bahkan di perjalanan.
Ternyata membuat flyer memerlukan rasa seni juga. Itu saya pelajari saat mencoba memperlajari membuat flyer melalui tutorial youtube menggunakan photoshop, canva, coreldraw dan postermywall. Berkat para instruktur juga saya berhasil membuat flyer. Setiap hasil usaha kami posting di grup whatsApp, para instruktur selalu mengapresiasi hasil karya kami. Semangat peserta jadi makin menggebu untuk mencoba membuat flyer, membuat absensi dan mencoba terus sampai memperoleh hasil terbaik.
Instruktur menjelaskan melaui posting whatsApp tentang tugas yang harus dilakukan yaitu masing masing dua kali menjadi host, moderator dan presenter. Untuk persiapan mengisi kantong tugas peserta diharuskan menyimpan flyer yang mencantumkan saat ia sedang bertugas. Selain itu juga mendokumentasikan dalam bentuk pdf presentasi ketika bertugas. Hal terakhir yang sangat penting adalah menyimpan link YouTube ketika bertugas menjadi presenter.
Dalam anganku ingin saya selesaikan semua tugas itu dalam seminggu. Tetapi rasanya terlalu sempit untuk menyelesaikan disela-sela tugas sebagai pengajar. Akhirnya kuputuskan target sepuluh hari. Siap-siap saya seperti seorang pelari bersiap ambil start.
Pada tanggal 27 Pebruari 2019 mulai saya mencoba membuka webex untuk mengikuti Sadar (sarasehan dalan jaringan) IGI episode 81. Materi yang diberikan saat itu adalah tentang membuat video opening secara offline. Melalui flixpress.com dan juga memmuat video creek. Pengetahuan pertama melalui webex yang saya dapatkan. Senang sekali tapi ada masalah dengan sinyal padahal saya sudah membeli paket internet terbaik yang ada di tempat tinggalku. Suaranya kadang agak terputus-putus tapi tak apalah, ilmu membuat video opening sudah bisa saya pahami.
Pertemuan kedua saya dalam webex membuat saya makin bersemangat. Pada tanggal 4 Maret 2019 diadakan diskusi umum untuk daerah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali Grup, DKI dan Banten. Materinya adalah tentang penjelasan umum VCT Bacth 3 dalam bentuk video bersama direktur SEMEO Dr. Gatot Hari Priowirjanto. Saat mendengar diskusi dari peserta di Sumatera, Kalimantan dan daerah lain rasanya seperti melalang buana ke pulau-pulau lain Indonesia. Sayangnya saya hanya bisa bertanya dalam diskusi itu melalui chat, karena sangat padat dengan pertanyaan-pertanyaan peserta.
Tibalah saatnya untuk mencoba tugas pertama. Saya mencoba menjadi moderator setelah memahami tugas seorang moderator sesuai arahan instruktur. Pertama yang saya lakukan adalah mengisi list tugas untuk tanggal 5 Maret 2019. Saya menjadi moderator pada sesi ke lima.
Rasanya antara senang dan agak grogi untuk memulai tugas pertama. Kegiatan ini saya laksanakan di perpustakaan sekolah. Tempat yang sinyalnya bagus tentunya. Apalagi jam tersebut (14.15 WIB) murid-murid sudah selesai belajar. Aman dan nyaman suasananya. Pada saat itu presenternya adalah Diaz Hasan Utomo yang menyampaikan tentang rumah belajar. Sambil menjadi moderator saya juga merekam video converence tersebut menggunakan aplikasi fastston. Aplikasi tersebut sudah saya pelajari melalui tutorial YouTube. Aplikasi fastston didownload dari http://bit.ly/apk-fastston. Senang sekali bisa merekam dan menggunggahnya di YouTube. Link YouTube juga berhasil saya perpendek. Belajarnya tentu dari tutorial di YouTube. Dalam perjalanan memperoleh keberhasilan merekam dan mengedit link serta menggunggahnya ke YouTube tidak langsung bisa begitu saja. Jika ada kendala tentu instruktur jadi pelarian saya. Beruntung para instruktur sangat sabar dan sangat komunikatif. Ada rasa bahagia, bangga dan tambah percaya diri setelah menyelesaikan sebagian tugas ini.
Untuk menjadi presenter sudah saya siapkan materi “Menemukan  Pola Koordinat Bayangan Hasil Refleksi Melalui Discovery Learning Menggunakan Geogebra”. Akhirnya seperti kejar tayang saya isi list untuk menjadi presenter. Tepatnya tanggal 7 Maret 2019 saat itu hari Kamis disesi keenam mulailah saya mencoba action. Pada awalnya deg-degan juga karena video pembukaan yang sudah saya buat setelah masuk webex tidak bisa terbuka oleh powerpoint laptop saya. Akhirnya saya lewati saja video pembuka itu, mungkin laptop saya kurang mendukung ya... terlalu berat. Saya akhirnya dapat menyelesaikan tugas kedua yaitu sebagai presenter. Link youTube presentasi saya adalah https://youtu.be/yNbuUi10Wi8. Ada hal lain yang membuat saya bangga yaitu saya tercantum dalam flyer bersama guru-guru hebat yang lain.
Langkah selanjutnya saya coba untuk membuat presensi melalui  zoho dengan membuka www.zoho.com. Saya juga mencoba membuat presensi melalui google form dengan membuka Drive.google.com. Bantuan instruktur sangat mendukung keberhasilan saya membuat presensi.
Menjadi host adalah tugas saya selanjutnya. Pada hari Kamis, tanggal 7 Maret 2019 pada sesi ke-6. Sebagai presenter Nining Ratnaningsih dengan materi “Video Easysketch untuk Pembelajaran”. Banyak ilmu yang saya dapatkan. Hanya saja masalah sinyal yang kadang membuat presentasi terputus-putus.
Menjadi host untuk kedua kali saya lakukan pada sesi ke-3 pada tanggal 8 Maret 2019. Tapi sayangnya saya lupa mengisi presensi. Wah, sempat galau juga saat itu. Akhirnya sesuai petunjuk instruktur saya harus mengulang menjadi host. Akhirnya terlaksana juga di tanggal 9 Maret 2019. Dua kali menjadi host, dua kali lipat ilmu bertambah tentang host.
Menjadi moderator yang kedua terlaksana juga pada tanggal 9 Maret 2019 di sesi keempat. Kebetulan hari sabtu jadi bisa terlaksana disiang hari.
Menjadi presenter yang kedua terlaksana juga dengan materi “Peran Keluarga dalam Keberhasilan Pendidikan Karakter di Sekolah”. Materi ini menurut saya cocok dengan situasi sekolah saat ini. Dalam presentasi ini saya paparkan keadaan yang banyak terjadi terkait kenakalan siswa dan penanganannya. Kerjasama antara sekolah, keluarga dan masyarakat sangat penting. Komunikasi yang efektif sangat diperlukan untuk kerjasama menangani masalah siswa dan cara mengatasinya.Link youTube presentasi ini adalah https://youtu.be/2JAm663yeI8. Flyer pun sudah dapat terpajang dengan sembilan orang presenter.
Tugas selanjutnya adalah mengisi kantong tugas. Semua tugas pelaksanakan saya kumpulkan. Semua teman-teman juga sibuk dengan kegiatan yang sama. Akhirnya selesai semua tugas-tugas saya dan saya isi kantong tugas. Selanjutnya tentu tinggal menunggu hasil dan sertifikat.
Saya sangat bersyukur akhirnya sertifikat saya terima. Rasa senang, bangga bercampur disana. Banyak sekali pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan di VCT ini. Bahkan komunikasi antar teman-teman peserta VCT sampai sekarang tetap terjalin untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan.


           
           


Menemukan Pola Koordinat Bayangan
Hasil Refleksi
Melalui Model Discovery Learning
Menggunakan Software Geogebra RXY

Indri Haryani
SMP Negeri 18 Jakarta, Jl. Menteng Kecil no 3 Jakarta Pusat


Sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 pembelajaran menggunakan pendekatan berbasis keilmuan atau pendekatan saintifik. Dalam pendekatan ini ada beberapa model pembelajaran yang digunakan, salah satunya adalah model pembelajaran berbasis penemuan (Discovery Learning) . Belajar penemuan membangkitkan keingintahuan siswa dan  memberi motivasi untuk bekerja terus sampai menemukan jawaban-jawaban. Untuk menemukan jawaban dalam  pembelajaran memerlukan media yang sesuai sebagai penyalur informasi belajar. Untuk mencapai hasil belajar yang optimal diperlukan media demonstrasi dan lembar kerja. GeoGebra merupakan media demonstrasi dan visualisasi serta alat bantu bagi siswa untuk menemukan konsep matematis. Model discovery learning dapat digunakan sebagai model pembelajaran pada materi refleksi untuk siswa kelas IX SMP dengan bantuan software Geogebra RXY. Dengan software ini pembelajaran menjadi student oriented, siswa menemukan konsep melalui serangkaian data atau informasi yang diperoleh melalui percobaan atau pengamatan. Selanjutnya pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Kata kunci: hasil belajar, discovery learning, geogebra




Finding Shadow Pattern of Reflection Result
Through The Model Discovery Learning
Using Software Geogebra RXY

Indri Haryani
SMP Negeri 18 Jakarta, Jl. Menteng Kecil no 3 Jakarta Pusat

According to aplication of 2013 curriculum, the learning approach is scientific based. In this approach there are several models learning used, one of them is discovery learning. Discovery learning arouse students’ curiosity and motivate them to work continuesly to find the answers. Finding answers in learning requires appropriate media as a channell of learning information. In order to achieve optimal learning outcomes, demonstration media and worksheets are needed. Geogebra is a  demonstration and visualization media and tools for student to find a mathematical concept. Discovery learning model can be used as learning model in the chapter of reflection for grade 9 junior high school with the help of geogebra RXY. With this software, the learning method is expected to be student oriented, where student find the concept through a series of data or information obtained through trial or observations. This learning improve student learning outcomes.

Keywords: learning outcomes, discovery learning, geogebra




1. PENDAHULUAN
Pelajaran matematika merupakan pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian besar siswa. Hal ini disebabkan karena siswa hanya memperoleh pengetahuan yang kurang bermakna. Siswa hanya menerima informasi secara keseluruhan dan tidak terlibat dalam proses perolehan pengetahuan.
Dengan melibatkan diri dalam pembelajaran siswa menggali pengetahuan yang ia miliki dan mengembangkan diri sesuai kemampuannya. Menurut Jerome Bruner (Dahar & Willis, 2011) belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara aktif oleh manusia dan dengan sendirinya memberikan hasil yang paling baik. Berusaha sendiri untuk mencari pemecahan masalah serta pengetahuan yang menyertainya, menghasilkan pengetahuan yang benar benar bermakna.
Pada discovery learning materi yang disampaikan tidak dalam bentuk final akan tetapi siswa didorong mengidentifikasi apa yang ingin diketahui dilanjutkan dengan mencari informasi sendiri kemudian mengorganisasi atau membentuk (konstruktif) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir (Subchan, et al., 2018). Pada belajar penemuan siswa memahami apa yang ingin ia ketahui dan berusaha menemukan jawabannya.
Dalam mengaplikaskan discovery learning guru berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan siswa untuk belajar secara aktif dan belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran  (Saefudin, Berdiati, Asis, & Ika, 2014). Guru dalam kegiatan belajar sebagai pembimbing siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa aktif belajar, mengembangkan pengetahuan yang telah ia miliki untuk dapat mengkonstruksi dan  menarik kesimpulan (generalisasi).
Dalam pembelajaran memerlukan media agar diperoleh efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Menurut E Dale (Hanafiah, Nanang, Suhana, & Cucu, 2012)  Dengan pengalaman melalui lambang-lambang visual yang digunakan sebagai media pada pembelajaran matematika akan memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada siswa.
Dalam kegiatan belajar siswa memerlukan alat bantu yang didalamnya terdapat langkah kerja sehingga dapat mengarahkan siswa menemukan konsep atau menemukan jawaban dari masalah yang ingin di ketahui. Salah satu alat bantu ini adalah lembar kerja. Lembaran kerja siswa merupakan panduan bagi siswa untuk mengerjakan pekerjaan tertentu yang dapat memperkuat dan meningkatkan hasil belajar (Sumiati & Asra, 2007).
Pembelajaran yang menarik dapat dilakukan dengan memvisualisasikan konstruksi konsep matematika tertentu dalam pembelajaran. Sehingga diharapkan siswa dapat menemukan pengetahuan mereka sendiri. Salah satu media yang tepat adalah dengan menggunakan software Geogebra. Menurut Hohenweater (Ariawan, I Putu Wisna, Pujawan, I Gusti Ngurah, Agustini, & Ketut, 2015), Geogebra adalah software untuk membelajarkan matematika, khususnya geometri dan aljabar. Program ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari maupun untuk mengenalkan atau mengkonstruksi konsep baru. Pendapat-pendapat tersebut  dapat dijadikan acuan untuk menggunakan model pembelajaran discovery learning dalam pembelajaran. Discovery learning digunakan sebagai model pembelajaran yang melibatkan siswa aktif  dengan menggunakan media pembelajaran geogebra dan dilengkapi dengan lembar kerja.
Pada materi refleksi kelas IX SMP siswa perlu dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran. Dalam menemukan pola koordinat hasil refleksi siswa terlibat langsung dalam perolehan pengetahuan. Melalui media geogebra siswa akan mengamati pola koordinat sebelum refleksi dan koordinat bayangan hasil refleksi. Siswa dapat mengamati dan mencoba koordinat yang dikehendakinya. Selanjutnya dalam lembar kerjanya siswa menemukan pola koordinat bayangan hasil refleksi.
2. PEMBAHASAN
Kesulitan belajar dapat diatasi melalui proses pembelajaran yang tepat. Cara yang dapat digunakan untuk melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran dan terlibat dalam memperoleh pengetahuan adalah dengan model discovery learning.
Pada penggunaan model ini ada beberapa langkah-langkah yang dilaksanakan. Langkah-langkah dalam melaksanakan model discovery learning di kelas adalah : (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan, prosedur secara umum meliputi a) Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan) b) Problem Statement (pernyataan/identifikasi masalah) c) Data Collection (pengumpulan data) d) Data processing (pengolahan data) e) Verification (pembuktian) f) Generalitazion (menarik kesimpulan/generalisasi) (3) Penilaian (Subchan et al.,2018).
Pada materi Refleksi kelas IX SMP menggunakan model pembelajaran discovery learning langkah-langkah yang dilaksanakan sebagai berikut:                       
1) Perencanaan a) Menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah  menentukan pola koordinat bayangan hasil refleksi; b) Identifikasi karakteristik siswa: kemampuan awal memahami koordinat pada bidang cartesius; c) Materi pelajaran: Refleksi; d) Mengembangkan bahan belajar dengan membuat media  Software Geogebra RXY dan lembar kerja; e) Membentuk kelompok siswa yang terdiri 5 sampai 6 orang tiap kelompoknya.

Software ini penulis namakan Geogebra RXY. Geogebra merupakan kependekan dari Geometry dan Algebra (aljabar), sedangkan RXY  artinya refleksi koordinat titik  . Software Geogebra RXY yang digunakan dalam pembelajaran ini menggunakan pengaturan tampilan batang navigasi sehingga siswa dapat mengamati munculnya garis refleksi, pergerakan titik sebelum refleksi dan titik sesudah refleksi. Untuk melihat titik hasil refleksi klik mainkan, dan untuk menghentikannya klik jeda.
Untuk melihat tampilan sebelumnya/sesudahnya klik cursor ke kiri atau ke kanan.  Pada bagian kanan terdapat tampilan protokol konstruksi yang didalamnya terdapat koordinat sebelum dan sesudah refleksi. Tampilan protokol konstruksi ini membantu siswa menemukan koordinat suatu titik.


Gambar 1. Tampilan awal untuk mulai menggunakan Geogebra RXY

Gambar 2. Tampilan Protokol Konstruksi
2) Pelaksanaan
a) Stimulation; siswa diberi stimulasi melalui tayangan pada layar proyektor menggunakan software geogebra RXY. Dimulai dengan menampilkan garis refleksi yaitu   (sumbu ). Selanjutnya muncul titik sebelum refleksi dan sesudah refleksi. Siswa dapat mengamati koordinat bayangan benda hasil refleksi pada garis   (sumbu ). Melalui pengamatan ini siswa dapat memahami bahwa jarak titik sebelum refleksi terhadap sumbu   sama dengan jarak titik sesudah refleksi terhadap sumbu  .


Gambar 5. Tampilan refleksi terhadap garis   (sumbu )
b) Problem Statement ; Masalah yang diajukan adalah bagaimana pola koordinat bayangan hasil refleksi terhadap sumbu  .
c) Data Collection; Setelah mengamati tampilan geogebra RXY siswa menuliskan hasil pengamatan pada lembar kerja.


Gambar 4. Lembar kerja
d) Data processing; Pada tahap ini data koordinat sebelum dan sesudah refleksi di dicari polanya. Siswa dapat melihat pada tampilan protokol konstruksi dan lembar kerja. Siswa memperoleh pola bahwa jika koordinat suatu titik misalnya   direfleksikan terhadap garis   (sumbu  ) diperoleh koordinat bayangan   Dapat pula  dituliskan    
e) Verification; pada tahap ini siswa melakukan pembuktian dengan melakukan refleksi pada koordinat-koordinat yang lain f) Generalization; siswa menarik kesimpulan bahwa jika suatu titik   direfleksikan terhadap    (sumbu  ) maka koordinat hasil refleksi adalah 

Selanjutnya untuk refleksi terhadap garis   menggunakan langkah yang sama dengan refleksi terhadap garis   dan  diperoleh kesimpulan bahwa jika suatu titik   direfleksikan terhadap garis   maka koordinat hasil refleksi adalah  . Pada refleksi terhadap garis   (sumbu  ) siswa mengamati tampilan koordinat suatu titik dan tampilan titik yang bergerak (muncul) sebagai hasil refleksi (berwarna biru) dan refleksi terhadap garis   (berwarna merah). Kesimpulan yang diperoleh adalah jika suatu titik   direfleksikan terhadap sumbu  maka koordinat hasil refleksi adalah   sedangkan jika suatu titik    direfleksikan terhadap garis   maka koordinat hasil refleksi adalah  .


Gambar 6. Tampilan refleksi titik terhadap sumbu  dan garis 

Untuk menemukan pola koordinat hasil refleksi terhadap garis   melalui model discovery learning menggunakan tahapan langkah yang sama dengan refleksi terhadap sumbu  , garis  , sumbu   maupun garis  . Dengan menggunakan lembar kerja dan mengamati tampilan pada protokol konstruksi siswa dapat menyimpulkan bahwa koordinat hasil refleksi titik   terhadap garis  adalah   Sedangkan untuk hasil refleksi terhadap garis  adalah  . Siswa juga dapat menemukan koordinat bayangan hasil refleksi jika suatu titik dicerminkan terhadap titik pusat koordinat


Gambar 7. Tampilan refleksi titik terhadap garis   dan garis

3) Penilaian; Guru dapat  melakukan penilaian pengetahuan melalui penilaian tes.
Contoh penilaian tes adalah
Tentukan Koordinat hasil refleksi titik   dan  ) jika direfleksikan terhadap sumbu  , sumbu   garis   garis   garis   dan garis
Gambarlah sebuah persegi   dengan koordinat   direkfleksikan terhadap garis   Tentukanlah koordinat hasil refleksi.
Hasil penilaian kognitif yang telah dilakukan pada umumnya siswa sudah mampu melakukan hal sebagai berikut. a) Menggambar koordinat titik sebelum dan sesudah refleksi; b) Menentukan pola koordinat bayangan hasil refleksi; c) Menentukan koordinat bayangan hasil refleksi menggunakan pola yang sudah ditemukan tanpa menggambar.

Penilaian lain yang dapat dilakukan adalah penilaian proses, sikap dan penilaian hasil kerja siswa. Dalam proses penemuan pola koordinat hasil refleksi dapat diamati sebagian siswa hanya mampu sampai tahap Data Collection (pengumpulan data). Untuk sampai pada tahap  Data processing (pengolahan data) guru harus membimbing siswa sampai tahap Verification (pembuktian). Melalui pembuktian siswa mencoba koordinat lain yang dikehendakinya. Tahap selanjutnya siswa dapat menyimpulkan sendiri (Generalitazion)  pola koordinat bayangan hasil refleksi yang didapat. Namun beberapa siswa mampu melakukan tahapan dengan baik sampai tahap penyimpulan.

Menurut pengamatan penulis terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan pembelajaran dengan model discovery learning menggunakan software geogebra RXY. Kelebihannya  adalah sebagai berikut 1) Dapat membangkitkan kegairahan belajar siswa melalui tayangan geogebra dan siswa dapat mencobanya sendiri; 2) Mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang sesuai dengan kemampuannya  masing-masing; 3) Melalui penemuan sendiri dapat memperkuat kepercayaan diri; 4) Dengan penemuan maka pengetahuan yang didapat akan bertahan lebih lama.

Kekurangan dalam pembelajaran ini adalah 1) Bagi siswa yang terbiasa dengan pembelajaran konvensional maka pembelajaran ini akan membebani siswa karena siswa dituntut menemukan sendiri; 2) Tidak semua siswa mampu mengikuti pembelajaran ini sampai menemukan konsep atau hasil akhir; 3) pembelajaran ini tidak sesuai untuk kelas besar karena guru harus mampu membimbing setiap kelompok dengan intensif agar diperoleh hasil maksimal; 4) Pembelajaran ini memerlukan waktu yang lebih lama melalui tahapan yang harus dilakukan.
3. KESIMPULAN DAN SARAN

Beberapa hal yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut a) Alat bantu software Geogebra RXY dapat menarik perhatian siswa melalui pengamatan sehingga siswa termotivasi untuk dapat menjawab problem statement yang diberikan guru; b) Pembelajaran dengan menggunakan model discovery learning menggunakan model software geogebra RXY dapat dilakukan untuk menemukan pola koordinat bayangan hasil refleksi; c) Pembelajaran menggunakan model discovery learning melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan (Stimulation, Problem Statement, Data Collection, Data processing, Verification, Generalitazion) dan penilaian; d) Guru sebagai fasilitator membimbing siswa dalam proses pembelajaran; e) Terdapat kekurangan dan kelebihan dalam pembelajaran  menggunakan model discovery learning menggunakan model software geogebra RXY.
Saran yang dapat penulis berikan adalah guru hendaknya dapat merencanakan pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa. Pembelajaran dengan menggunakan software geogebra RXY melalui model discovery learning merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat digunakan. Sebagai fasilitator sudah semestinga guru tidak melepaskan siswa untuk belajar begitu saja, tetapi guru mengamati dan membimbing langkah demi langkah dalam pembelajaran ini sampai terjawab permasalahan yang ada (problem statement).

Kepada pihak sekolah sudah selayaknya memberi kesempatan kepada guru untuk memperkaya pengetahuan tentang pembelajaran yang inovatif. Dengan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar guru dapat melakukan pembelajaran yang menarik bagi siswa untuk memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal.

















DAFTAR PUSTAKA

Ariawan, I Putu Wisna, Pujawan, I Gusti Ngurah, Agustini, & Ketut. (2015). Efektivitas Penggunaan Perangkat Pembelajaran Berbantuan GeoGebra pada Materi Kekongruenan dan KesebangunanSegitiga pada Siswa SMP Kelas VII. Seminar Nasional Riset Inovatif ke-3 (p. 21). Kuta Bali: Undiksha Press.
Dahar, & Willis, R. (2011). Teori-Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Erlangga.
Hanafiah, Nanang, Suhana, & Cucu. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Saefudin, Berdiati, Asis, & Ika. (2014). Pendidikan Efektif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Subchan, Winarni, Mufid, Syaiful, M., Fahmi, Kistosil, et al. (2018). Buku Guru Matematika Kelas IX SMP. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumiati, & Asra. (2007). Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.



Sepuluh Hari
            Pertama saya lihat sebuah poster dari grup whatsApp dengan gambar temanku sebagai penyaji materi pada Virtual Coordinator (VCI) Batch 2. “Wah…keren, hebat ya dia…Apakah saya mampu seperti dia? Penasaran…apa sebenarnya VCI itu…”. Begitu yang terlintas dipikiranku. Suatu hari mata saya terbelalak saat melihat share dari temanku tentang pendaftaran VCI Bacth 3 Jakarta1. Tanpa pikir lagi langsung klik dan isi form pendaftaran, saya harus bisa!  
            Hari berganti hari, akhirnya masuklah dalam grup wa VCI 35. Bergabung dengan teman-teman yang hebat (begitu para instruktur sering menyebut para ‘guru hebat’). Mendapat sebutan ‘guru hebat’ dalam komunitas VCI cukup membuat menggeliat semangat muda saya untuk berkarya. Padahal usia saya sudah setengah abad lebih, lho.
            Bicara soal usia, saya sudah punya tiga orang putri. Satu hal yang selalu ada dibenakku, saya ingin mereka selalu melakukan kegiatan positif dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Dengan mengikuti kegiatan VCI saya ingin menyemangati mereka dengan memberi contoh nyata. Mulailah saya dengan mengantongi ijin anggota keluarga kecilku. Targetku maksimal sepuluh hari bisa masing-masing dua kali host, presenter dan moderator. Bagimana cara menjadi host, presenter dan moderator? Saya yakin bisa karena dari chat wa saya merasakan para instruktur sangat perhatian, sabar dan ramah. Pede banget kalau saya pasti bisa ya…..
            Pertama yang saya lakukan adalah membuka webex. Wuih….bisa, saya bisa melihat, mendengar tapi suara saya tak terdengar. Langsung ambil hp, chat dengan salah satu instruktur. Ternyata jemariku mengarah ke bu Fajro, karena semangat yang luar biasa tanpa basa-basi langsung pada point persoalan tentang webex. Lancar buka webex. Lanjut…membuat flyer, saya  coba belajar dari link tutorial youtube ‘lima menit membuat poster’. Ku instal canva dan kucoba, wah…asyik juga ya bisa buat flyer pribadi, ada fotoku di sana. Berhasil juga membuat flyer. Rasanya aku secepatnya harus bisa merekam, mengupload dan membuat presensi. Hari-hari berlalu akhirnya aku bisa bertugas merekam dengan menggunakan FastStone Capture. Membuat presensi menggunakan zoho, ada kesulitan juga, langsung kutanya bu Fajro instruktur tersayang.  Sudah tentu akhirnya instruktur dapat mengatasi masalah tanpa masalah.
            Tibalah tanggal 4 Maret 2019 ada diskusi umum bersama pak Gatot dari Seameo.  Kucoba buka webex dan isi absen, akhirnya berhasil. Kucoba bertanya melalui chat tetapi belum berhasil ditanggapi,  bahagia rasanya meskipun hanya bisa sebagai pendengar.
            Target waktu perjuangan sepuluh hari untuk host, presenter dan pemateri masing-masing dua kali sudah berkurang. Pertama kuberanikan diri sebagai moderator, deg deg pyar juga rasanya….tapi akhirnya selesai juga.
            Pada presentasi pertama kuambil materi geogebra. Ada yang membuat saya agak kecewa, pesertanya sedikit, saat itu memang jam pulang kerja 15.30 sesi 5. Dan satu lagi geogebra terinstal dilaptop yang ada di rumah jadi saya tak bisa mempraktekan secara langsung. Tapi saya sudah mempresentasikan melalui powerpoint dan kutampilkan video pembelajaran dengan geogebra yang kulakukan saat mengajar. Presentasi pertamaku berjalan lancar.
            Presentasi kedua aku mencari-cari materi. Mau yang materi IT rasanya waktunya terlalu mendesak. Ah, akhirnya kuambil yang terdekat dengan lingkungan kerjaku saja. “Peran Keluarga terhadap Keberhasilan Pendidikan Karakter di Sekolah” itu judul presentasi kedua. Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Ada rasa puas, bangga dan rasa percaya diri yang tumbuh.
            Hari- hari selanjutnya saya berhasil menjadi moderator, host dan presenter. Sambil tak lupa bertugas sebagai pembuat absensi dan merekam serta mengupload. Pengalaman upload pertama saat pak Diaz menjadi moderator. Wah…aku ternyata bisa.
            Tinggal berapa hari lagi targetku harus selesai sampai isi kantong tugas? Dua hari lagi. Kebut….Saat itu sabtu pagi, saya di ruang tamu, seperti biasa saya libur tidak mengajar. Disaat ku mengupload rekaman ke youtube, putri terkecilku mendekatiku dan berkata lirih, “Mama di depan laptop terus, jadi nggak masak. Beli makanan terus”. Aku peluk dia. Aku berkata penuh rasa sayang,” Maafkan mama ya, sebentar lagi, dua hari lagi selesai kok. Lihat mama jadi presenter. Mama bisa bikin Flyer”. Ia tersenyum dan berkata “ Mamaku hebat”. Aku merasa lega, ternyata semua sangat mendukungku. Aku tak mau kecewakan mereka. Aku harus berhasil lulus.
            Kucoba kumpulkan file untuk isi kantong tugas. Tapi ada satu yang kurang, presensi host yang kedua. Ternyata aku lupa isi absensi. Akhirnya kucoba ulang jadi host lagi. Tak apalah, tambah ilmu berarti.
            Hari kesepuluh. Selesai semua persiapan isi kantong tugas. Absensi, flyer dan unggahan video ke youtube. Kucoba isi kantong tugas. Harus dua kali kuisi karena ada kesalahan propinsi, yah…ulang lagi. Akhirnya laporan ke kanton tugas terkirim. Bahagia rasanya.
            Saat aku mulai tersenyum lega. Tiba-tiba kubuka chat wa dari pak Kacep, “Bu Indri, mohon dikirim rekaman vicon ke saya”. Hah….aku terperanjat. Terasa jantungku berhenti berdetak. Rekaman vicon? Cepat kubuka buku catatanku. Iya! Aku ada tugas rekam saat itu, tapi aku lupa, ketiduran. Berkali-kali saya berpikir mau jawab apa ya? Kalau kujawab sejujurnya rasanya kok malu akan keteledoranku. Akhirnya aku jawab, “Maaf pak, rekamannya rusak”. Untunglah ada yang membackup dan semua dapat teratasi. Ya Allah, ampuni aku telah tak berkata jujur. Maafkan juga teman-temanku.
            Target sepuluh hariku tercapai. Meskipun terasa bagai berlari dikejar-kejar badai tsunami. Terengah-engah, mencari tempat berlabuh. Pelabuhanku para instruktur yang selalu mengatasi kesulitanku, tak ketinggalan juga teman-teman seperjuangan di VCI. Dukungan instruktur luar biasa, sangat sabar menjawab pertanyaanku yang terus tanya-tanya. Mereka sangat super sabar membimbing peserta sampai bisa membuat flyer, merekam, unggah ke youtube dan membuat presensi juga cara menjadi host, presenter dan moderator. Tapi ada hal yang harus dievaluasi. Target boleh tercapai tapi harus tetap tenang dan catat semua tugas sehingga tak ada yang terlupakan.
            Terimakasih para instruktur, teman-teman seperjuangan di VCI 35 Jakarta1, juga tak lupa keluarga kecilku, khususnya si bungsu. Mereka semua sangat mendukungku. Terimakasih semua.
           

           

Selasa, 24 April 2012

Puisi untuk Bunda

Senyummu mengiringi langkah kecilku
menapaki hari yang penuh harap
langkahku kau bimbing
dengan kasih.

Aku telah bisa melangkah perlahan
jauh darimu
tapi,
hatiku tetap bersamamu
meski sekarang
aku tak kan mampu menggenggam tanganmu
tak mampu memelukmu

kau telah tinggalkan aku
hatiku bersamamu
doaku bersamamu ,bahagialah di sisiNYA


Puisi Senja

ketika redup mulai terasa
mata hati maraba,kemana....apa,
ayun langkah kian lunglai

ada gelora yang masih membara
yang masih bertanya
akan kemana

ujung rambut mulai memudar warnanya
tubuh kian lemah
seiring waktu yang terus merangkak
tapi ....,mata hati tak jua terbuka

apalagi yang dapat menggerakkan hatimu
suka telah membuat terlena
lara tak membuat nurani bicara

akan tiba masanya
tiada yang abadi selamanya