Puisi Senja
ketika redup mulai terasa
mata hati maraba,kemana....apa,
ayun langkah kian lunglai
ada gelora yang masih membara
yang masih bertanya
akan kemana
ujung rambut mulai memudar warnanya
tubuh kian lemah
seiring waktu yang terus merangkak
tapi ....,mata hati tak jua terbuka
apalagi yang dapat menggerakkan hatimu
suka telah membuat terlena
lara tak membuat nurani bicara
akan tiba masanya
tiada yang abadi selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar